Selain itu, kawasan RTH juga akan menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan.
Transaksi yang dilakukan akan menggunakan sistem pembayaran digital berbasis QRIS, sehingga mendorong inklusi keuangan hingga ke tingkat desa.
Menurut Aditya, keberadaan RTH Smart diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.
“Dengan adanya RTH Smart, masyarakat tidak hanya mendapatkan ruang publik yang nyaman, tetapi juga peluang meningkatkan pendapatan serta akses pengetahuan melalui perpustakaan digital,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Tabalong optimistis program ini juga akan mendukung terwujudnya daerah yang ramah anak, seiring tersedianya ruang bermain yang aman dan edukatif di setiap desa. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







