”Korban diketahui bekerja sebagai penjaga toko aksesoris dan mengajar di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Banjar,” ungkap Ipda Kardi gunadi.
Keesokan harinya, pihak keluarga menerima informasi bahwa korban tidak masuk bekerja di kedua tempat tersebut.
”Mengetahui hal itu, keluarga bersama rekan korban berupaya melakukan pencarian,” tambahnya.
Sebelum jasadnya ditemukan di lahan kosong, pada Rabu siang, warga sekitar lokasi kebingungan karena ada sepeda motor terparkir di pinggir jalan tanpa ada pemiliknya.
Beberapa jam kemudian, jasad HN ditemukan dalam kondisi tergeletak di bawah gundukan tanah penuh semak.
Ipda Kardi Gunadi mengatakan berdasar penyelidikan sementara polisi, HN diduga menjadi korban pembunuhan.
“Korban diduga meninggal dunia akibat adanya trauma tumpul yang dihantamkan keras ke bagian kepala,sehingga korban mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala yang mengakibatkan meninggal dunia,” katanya.
Dan, berdasarkan hasil autopsi, korban sudah meninggal lebih dari sehari sebelum ditemukan.
Ipda Kardi Gunadi juga mengungkapkan, berdasar keterangan orang tua angkat korban, ada beberapa barang milik HN yang hilang yakni anting-anting emas dan ponsel. (Wartabanjar.com/Ikhsan)







