Selain itu, BPBD juga melakukan pendataan personel dan peralatan untuk memastikan kesiapan di lapangan.
“Kami juga mendata personel dan peralatan. Jika ada yang rusak, diimbau segera diperbaiki,” tambahnya.
Ke depan, BPBD Kalsel mendorong peran aktif pemerintah kabupaten/kota dalam penanganan karhutla di wilayah masing-masing.
Langkah ini dinilai dapat meningkatkan efektivitas dan mempercepat respons penanganan bencana.
“Dengan peran aktif daerah, kita bisa menekan biaya operasional sekaligus mempercepat respons penanganan,” tegasnya.
“Koordinasi lintas wilayah terus kita lakukan untuk mengantisipasi potensi karhutla saat memasuki musim kemarau,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







