Kerasnya tabrakan itu digambarkan penumpang lain, Hendri.
“Suaranya keras sekali saat tabrakan itu, kayak bom,” ucapnya dikutip dari Kompas.com.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan KRL yang ditabrak sedang berhenti usai tertemper atau menarbrak taksi yang berada di jalur kereta.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti,” katanya.
Di saat commuterline itu berhenti, Kerata Argo Bromo Anggrek yang melaju di belakangnya kesulitan untuk berhenti.
Sehingga, gerbong bagian belakang commuterline ditabrak secara keras.PT KAI (Persero) memohon maaf atas kecelakaan tersebut.
“Saat ini seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Dia menuturkan, KAI terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan untuk menangani insiden ini. (Wartabanjar.com/berbagaisumber/dwisud)
Editor Restu







