Hingga saat ini, pembangunan RTH Smart telah terealisasi di 71 desa dari total 121 desa di Kabupaten Tabalong, namun belum seluruhnya dilengkapi dengan tugu titik baca digital.
Norhayati berharap ke depan Dispersip dapat memperoleh tambahan anggaran agar jumlah tugu baca digital bisa diperluas, terutama di desa-desa yang telah memiliki RTH Smart tetapi belum terjangkau fasilitas tersebut.
Menurutnya, keberadaan tugu baca digital memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan keterampilan melalui akses bacaan digital.
“Warga sudah ada yang bisa membuat sabun dan lilin dari membaca buku digital di tugu titik baca. Bahkan, desanya juga berhasil meraih juara dalam lomba desa,” ungkapnya.
Adapun cara pemanfaatan tugu baca digital ini cukup mudah.
Masyarakat hanya perlu memindai barcode yang tersedia pada tugu, kemudian memilih judul buku sesuai minat dari berbagai kategori yang disediakan. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







