HMI Tanah Laut Nobar Film Pesta Babi: Mahasiswa Harus Berani Bersikap!

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Menolak bungkam di tengah ancaman krisis ekologi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanah Laut memanfaatkan sinema sebagai alat pemantik gerakan.

Melalui agenda nonton bareng (nobar) film Pesta Babi, puluhan aktivis mahasiswa berkumpul di Angkringan Shinchan, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (22/4/2026) malam, untuk membedah realita pahit di balik eksploitasi alam.

Pertemuan ini bukan sekadar ajang kumpul santai, melainkan laboratorium diskusi untuk membedah berbagai persoalan lingkungan yang kian mengkhawatirkan di Tanah Laut.

Isu-isu sensitif mulai dari degradasi lahan hingga dampak sosial akibat eksploitasi sumber daya alam menjadi sorotan utama dalam ruang konsolidasi tersebut.

​Makmur, kader HMI yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa BEM Politeknik Negeri Tanah Laut, menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam merespons kerusakan lingkungan.

​“Nobar ini bukan hanya soal menonton film, tetapi menjadi ruang refleksi dan konsolidasi. Kondisi lingkungan di daerah kita semakin mengkhawatirkan dan tidak bisa terus dibiarkan. Mahasiswa harus hadir dan berani bersikap,” ujarnya.

​Di sisi lain, Ketua Umum HMI Cabang Tanah Laut, Zulkifli, menyatakan bahwa nobar ini merupakan langkah awal organisasi dalam merumuskan arah perjuangan yang lebih konkret dan taktis.

​“Ini bagian dari proses konsolidasi. HMI Tanah Laut ingin memastikan adanya kesadaran bersama di kalangan kader. Jika persoalan lingkungan ini terus berlangsung, maka kami akan mengambil langkah lanjutan yang lebih tegas sebagai bentuk tanggung jawab moral,” tegasnya.