WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Satuan Binmas Polres Tanah Laut menggelar kegiatan Bimbingan Keamanan Swakarsa (Binkamsa) bagi puluhan petugas Rutan Kelas IIB Pelaihari guna mematangkan kesiapsiagaan operasional, Selasa (20/4/2026).

​Bertempat di halaman depan Rutan Kelas IIB Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, agenda ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Tanah Laut, AKP Mujiyono.

Kehadiran jajaran Sat Binmas disambut oleh Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari beserta sekitar 30 personel rutan yang menjadi peserta pelatihan.

Baca Juga Diperlukan Perawat Gigi untuk RS Amanah Banjarmasin, Cek Info Lowongan Kerja

​Kegiatan dibuka dengan apel bersama yang menjadi simbol kuatnya sinergitas antara institusi Polri dan petugas pemasyarakatan.

Kolaborasi ini dinilai krusial untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban di objek vital seperti rutan tetap terjaga optimal.

​Dalam sesi teknis, personel Sat Binmas membekali para petugas rutan dengan materi penggunaan teknik pegangan 1 dan pegangan 2.

Selain itu, para peserta juga dilatih kembali dalam penggunaan borgol sebagai sarana pertahanan diri maupun alat untuk melumpuhkan pelaku jika sewaktu-waktu muncul gangguan keamanan di area kerja.

​Tak hanya soal kemampuan fisik, pengecekan sarana prasarana juga menjadi fokus utama. Tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap senjata api serta ketersediaan amunisi.

Langkah ini diambil untuk menjamin seluruh perlengkapan dinas dalam kondisi layak pakai dan siap digunakan dalam situasi darurat.

​Melalui pelatihan intensif ini, diharapkan kompetensi petugas rutan dalam mendeteksi dan menangani potensi konflik semakin tajam, sekaligus mempererat koordinasi lintas sektoral antara Polres Tanah Laut dan pihak rutan.

​Kasat Binmas Polres Tanah Laut AKP Mujiyono menyatakan bahwa melalui kegiatan Binkamsa ini, Sat Binmas Polres Tanah Laut berupaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan petugas Rutan Kelas IIB Pelaihari dalam menjaga keamanan lingkungan kerja.

​Materi yang kami berikan meliputi teknik pengamanan, penggunaan borgol, serta pengecekan senjata api dan amunisi agar seluruh personel selalu siap menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.