Ia mengakui adanya kendala anggaran yang membuat program ini vakum selama beberapa tahun terakhir.
”Pelaksanaan kegiatan ini terakhir kalau ulun (saya) tidak salah dilakukan pada tahun 2020, Pak Bupati. Setelah itu tidak ada lagi kegiatan pembekalan seperti ini karena ada beberapa pengurangan, sehingga kita mencari alternatif bekerja sama dengan teman-teman di Bank Kalsel,” lapor Zaki Yamani.
Zaki menjelaskan, total peserta kali ini berjumlah 69 orang, yang mencakup pensiunan PNS usia 58 dan 60 tahun, PPPK paruh waktu, hingga ahli waris ASN yang telah meninggal dunia.
Kerjasama dengan Bank Kalsel dan Dinas Dukcapil menjadi kunci agar pembekalan psikologis, finansial, dan administratif dapat berjalan sekaligus dalam satu waktu. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: andi akbar







