WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Produksi sampah di Kabupaten Banjar mencapai sekitar 362 ton per hari. Dari jumlah tersebut, masih terdapat sekitar 27 persen yang belum tertangani secara optimal.

Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat menghadiri apel siaga dan kegiatan korve dalam rangka Gerakan Indonesia Asri di Taman Cahaya Bumi Selamat dan Pasar Batuah, Martapura, Senin (20/4/2026).

Apel siaga dan kegiatan korve berlangsung dengan melibatkan unsur Forkopimda, SKPD, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama membersihkan lingkungan Pasar Batuah.

Menurut Menteri Hanif, persoalan sampah merupakan isu mendasar yang harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah bersama masyarakat.

“Korve ini sebagai upaya bersama untuk perbaikan lingkungan pada waktu tertentu. Dalam konteks Indonesia Asri, korve dimaknai sebagai kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing yang diharapkan mampu menstimulasi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, arahan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional pusat dan daerah pada 2 Februari 2026 menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan korve secara rutin, baik setiap hari maupun minimal sekali dalam sepekan.

“Penanganan sampah secara detail adalah hal fundamental yang harus kita selesaikan,” tegasnya.

Hanif juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Banjar yang telah menghentikan praktik open dumping sejak awal 2025.

”Langkah berikutnya adalah mendorong pengurangan sampah dari sumber, khususnya sampah organik, melalui pemilahan sejak dari rumah tangga,” pesanya.

Sementara itu, Bupati Banjar, H Saidi Mansyur menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pengelolaan sampah.

“Kegiatan kebersihan ini dilakukan dengan semangat kebersamaan melalui korve untuk mencapai tujuan daerah yang bersih,” ujarnya.

Ia menyebutkan berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyediaan anggaran hingga sarana dan prasarana penunjang pengelolaan sampah.

Selain itu, sosialisasi pemilahan sampah dari tingkat kecamatan hingga desa juga terus digencarkan dengan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Melalui pilah sampah dari hulu memberikan dampak positif dan nilai ekonomis bagi KSM dan masyarakat,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: andi akbar