Ia pun menaruh harapan besar agar geliat komedi di Tanah Laut terus tumbuh dan melahirkan bakat-bakat baru yang mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
“Semoga insan komedian di Pelaihari bisa much better, bisa suci (stand-up comedy Indonesia), bisa nasional, begitu,” pungkasnya.
Di sisi lain, kesuksesan acara ini tidak lepas dari peran komunitas lokal. Apry, salah satu komika lokal yang bertindak sebagai penyelenggara sekaligus pemain pembuka (opener), menyebutkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat eksistensi komedi tunggal di Pelaihari.
“Kami Stand Up Pelaihari sebagai sesama komunitas jadi membantu menyediakan venue, menyediakan perlengkapan di sini saja. Dan sebagai kami dari komika lokal ini ada juga membantu jadi opener.
Jadi kami ya supaya lebih mengenalkan stand up lah kepada masyarakat,” ujar Apry.
Apry menjelaskan bahwa penonton yang hadir didominasi oleh warga lokal Tanah Laut.
Selain dirinya, beberapa komika lain juga turut memeriahkan panggung sebelum penampilan utama dari Ory dimulai.
“Kapasitas peserta sekitar 50 sampai 60-an lah, rata-rata dari Tanah Laut untuk ini. Opener -nya tiga orang dari Tanah Laut, satu orang dari Banjarbaru,” tutup Apry.
Setelah sukses menghibur warga Pelaihari, tur “Adios Muchachos” dijadwalkan akan melanjutkan perjalanannya ke titik ketiga, yakni Kota Palangkaraya. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Andi Akbar







