“MTQ tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi, melainkan juga sebagai sarana pembinaan generasi Qur’ani serta upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan pengamalan nilai-nilainya,” lanjutnya.
Mengingat padatnya jadwal latihan di Asrama Balai Diklat BKPSDM, Sekda meminta seluruh peserta untuk menjaga totalitas dan kedisiplinan selama masa karantina.
“Seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan pemusatan latihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri,” tegas Sekda.
Selain aspek teknis, faktor kebugaran dan kekuatan mental juga menjadi poin utama yang disoroti untuk menghadapi tekanan kompetisi nantinya.
“Peserta juga diingatkan untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan, memperhatikan asupan gizi, serta mengelola kondisi mental dengan baik dalam menghadapi rangkaian persiapan menuju pelaksanaan MTQ,” tambahnya.
Ismail Fahmi menutup arahannya dengan menekankan bahwa kesuksesan yang hakiki merupakan perpaduan antara ikhtiar maksimal dan kekuatan spiritual.
“Keberhasilan dalam MTQ tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, namun juga oleh kesiapan mental, keikhlasan, serta doa,” tutupnya sekaligus membuka acara secara resmi.(Wartabanjar.com/Gazali/*)
Editor: Andi Akbar







