Viral Balita Usia 1,5 Tahun Alami Hipotermia di Gunung Ungaran

Namun, kondisi sang balita tiba-tiba memburuk setelah cuaca berubah ekstrem.

Ia terus menangis dan menunjukkan tanda-tanda kedinginan yang tidak biasa, yang kemudian diketahui sebagai gejala hipotermia.


Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi membenarkan informasi tersebut.

Balita dan orang tuanya yang merupakan warga Kota Semarang langsung ditangani dan dibawa pulang ke rumah.

“Posisi balita sudah turun dari basecamp perantunan, sudah dibawa pulang orang tuanya dalam kondisi selamat,” kata Bergas.

Bergas mengimbau agar para pendaki memperhatikan keamanan sebelum memulai kegiatan. Termasuk soal kelompok usia rentan salah satunya bayi atau balita.

“Pada prinsipnya kegiatan hiking ke gunung atau naik gunung adalah kegiatan yang memerlukan persiapan dari sisi fisik dan mental selain tool peralatan pendukung lainnya. Artinya giat tersebut bukan untuk kelompok rentan seperti balita untuk diajak ke sana,” jelas Bergas.

“Butuh kesadaran berbagai pihak dari warga dan petugas untuk mengingatkan atau melarang mengajak kelompok rentan untuk giat tersebut,” tegasnya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor Restu