Diserbu Sejak Dini, SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru Kebanjiran Pendaftar sampai 5 Tahun ke Depan
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Jika biasanya antrean panjang identik dengan konser musik atau tiket mudik, kini pemandangan serupa justru terjadi di dunia pendidikan. SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru menjadi sorotan setelah diketahui memiliki daftar tunggu calon siswa hingga tahun 2030.
Fenomena ini menunjukkan betapa tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut. Untuk tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 115 siswa telah dinyatakan lolos seleksi.
Namun yang menariknya, pendaftaran tidak hanya berhenti di situ, orang tua bahkan sudah mulai memesan kursi untuk beberapa tahun ke depan.
Data panitia SPMB mencatat, terdapat 43 calon siswa yang telah mendaftar untuk tahun 2027, 12 siswa untuk 2028, 17 siswa untuk 2029, dan 19 siswa untuk 2030. Mayoritas pendaftar inden ini masih berada di jenjang sekolah dasar, bahkan di kelas awal.
Berlokasi di Jalan Ahmad Yani KM 33,7 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru memang dikenal sebagai salah satu sekolah favorit. Akreditasi A yang disandang menjadi bukti kualitasnya, ditambah lagi dengan program peminatan yang memungkinkan siswa mengembangkan bakat sejak dini sesuatu yang masih jarang di tingkat SMP.
Prestasi lainnya, sekolah ini juga meraih predikat Sekolah Unggul dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menjadikannya satu-satunya SMP Muhammadiyah di Kalimantan yang mendapatkan pengakuan tersebut.
Ketua SPMB, Mariza Uthami menjelaskan, bahwa sistem inden dibuka secara terbatas dan transparan. Prosesnya meliputi pengisian formulir serta pemenuhan syarat administrasi dan keuangan.
"Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar setiap tahun sekaligus memberi kepastian bagi orang tua," ujar Mariza.
Di sisi lain, Kepala Sekolah, Muhazir Fanani menegaskan, komitmen untuk terus menjaga mutu pendidikan. Ia memastikan inovasi pembelajaran dan pengembangan minat serta bakat siswa akan terus menjadi fokus utama.
"Lonjakan peminat hingga lima tahun ke depan ini menjadi gambaran nyata, kualitas pendidikan yang konsisten mampu membangun kepercayaan tinggi, bahkan membuat orang tua rela “mengunci masa depan” anak mereka sejak jauh hari," pungkasnya. (wartabanjar.com/iqnatius)
Editor: Andi Akbar