Angka ini membuktikan bahwa kerinduan masyarakat akan hiburan layar lebar sangat tinggi, bahkan warga dari pelosok desa pun turut hadir.
Syarifah, warga Kecamatan Kintap, rela menempuh perjalanan jauh dari ujung kabupaten demi bisa menonton.
Ia mengaku sangat terhibur dengan kualitas film lokal tersebut dan berharap fasilitas serupa hadir permanen di Pelaihari.
“Sengaja banget mau nonton ke sini, karena dari semalam tuh handak nonton tapi kedada di Banjar. Suka benar kami, filmnya bagus, menghibur banget, tegang-tegang seru jua,” ungkap Syarifah yang datang memboyong suaminya, Faisal.
Apresiasi juga datang dari Dina Hariyani, penonton asal Angsau, yang menilai film ini memiliki pesan moral. Menurutnya, cerita “Kuyang” memberi pelajaran penting bagi generasi muda untuk menjauhi praktik ilmu hitam yang menyesatkan.
Aditya menutup dengan rasa syukur atas fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
Ia berharap momentum ini menjadi titik balik bangkitnya berbagai subsektor ekonomi kreatif lainnya di Bumi Tuntung Pandang.
“Terima kasih Pak Bupati telah memberikan ruang bagi kami agar senantiasa bisa terus bergerak, menggeliat di mana ekonomi kreatif bisa tumbuh. Pak Bupati, salam petarung! Ekonomi kreatif, masa depan Indonesia,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Andi Akbar







