Gekraf Tala Buktikan Film Lokal Bisa Cetak ‘Cuan’ Daerah, Penonton Kintap Rela Tempuh Jarak Jauh

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Penayangan film horor “Kuyang” di Balairung Tuntung Pandang resmi berakhir dengan catatan manis dan animo luar biasa. Event yang berlangsung selama tiga hari ini sukses menyedot perhatian ribuan warga hingga hari terakhir, Minggu (12/04/2026).

Ketua DPC Gekraf Tanah Laut, Aditya Agung Laksono, menyebut pemutaran ini sebagai ajang pembuktian industri kreatif lokal. Ia berharap film karya anak bangsa ini bisa menembus pasar nasional hingga internasional melalui dukungan penuh semua pihak.

“Ini menjadi ajang pembuktian kami selaku pelaku ekonomi kreatif khususnya, senantiasa bisa berkembang. Mudah-mudahan tidak hanya di Tanah Laut, bisa sampai ke tingkat provinsi, nasional, atau masuk box office,” ujar Aditya.

Tingginya antusiasme warga terlihat dari jadwal pemutaran yang sangat padat sejak hari pertama, Jumat (10/04).

Pada pembukaan, panitia menggelar empat sesi dari pukul 14.00 hingga 23.00 WITA untuk melayani penonton yang datang di hari kerja.

Memasuki hari kedua dan ketiga, Sabtu (11/04) dan Minggu (12/04), jadwal ditambah menjadi enam sesi setiap harinya.

Pemutaran dimulai sangat pagi pukul 09.30 WITA, berlanjut maraton pada siang, sore, hingga berakhir pada sesi terakhir pukul 23.00 WITA.

Gekraf juga menegaskan komitmen mereka terhadap kontribusi keuangan daerah melalui sistem tiket yang transparan.

Pihaknya telah berkoordinasi intens dengan Bapenda Tanah Laut agar setiap lembar karcis yang terjual berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami dari ticketing siap untuk korporasi, bahkan sudah membayarkan untuk pajak daerah. Kami kontribusi terhadap daerah dan tidak sekadar menayangkan. Kami taat pajak, taat pendapatan daerah (PAD) Tanah Laut,” tegas Aditya.

Tercatat lebih dari 2.000 penonton memadati lokasi acara sepanjang tiga hari pelaksanaan.