Keunikan pentol udang ini terletak pada proses pembuatannya. Tanpa latar belakang pendidikan memasak khusus, Mama Sadam berhasil menciptakan komposisi rasa yang pas melalui eksperimen mandiri atau belajar secara autodidak hingga akhirnya diminati banyak orang.
”Asalnya belajar aja membuat pentol udang ini, otodidak aja. Akhirnya banyak permintaan untuk pentol udang,” tambahnya.
Setelah bertahun-tahun berjualan keliling, kini Mama Sadam memutuskan untuk mangkal di depan dermaga.
Keputusannya terbukti tepat; dalam beberapa bulan terakhir, setiap Sabtu dan Minggu lapaknya selalu ramai diserbu pengunjung yang penasaran dengan rasa otentik hasil laut Batakan tersebut.
Kualitas rasa yang konsisten membuat para pembeli terus berdatangan. Paman Hasan, salah satu pembeli yang sedang menikmati kuliner tersebut, mengakui bahwa pentol udang di tempat ini memiliki karakter yang sangat kuat.
”Rasanya sangat enak pentol udang di sini. Apalagi ciri khas pentol udang beda dengan pentol yang lain,” ungkap Paman Hasan.
Udang dan ikan memang menjadi identitas utama Pantai Batakan. Melalui tangan kreatif Mama Sadam, potensi laut tersebut berhasil disulap menjadi kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga mampu bertahan di tengah ketidakpastian harga pasar, sekaligus memperkuat daya tarik wisata di Kabupaten Tanah Laut.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







