WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Di tengah gempuran kenaikan harga bahan baku dan plastik kemasan, seorang pedagang kuliner di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan tetap memilih bertahan dengan harga lama demi memanjakan wisatawan, Minggu (12/04/2026).
Tepat di depan Dermaga Pantai Batakan Baru, Jalan Pariwisata, Kecamatan Panyipatan, lapak Mama Sadam tampak dipadati pengunjung.
Menu yang menjadi primadona di sana bukanlah pentol biasa, melainkan Pentol Udang, sebuah kudapan khas yang bahan bakunya didapat langsung dari hasil tangkapan nelayan lokal.
Keputusan Mama Sadam untuk tidak menaikkan harga jual di tengah naiknya harga bahan pokok menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.
Meski keuntungan yang didapat menipis, ia mengaku lebih mementingkan kelancaran usaha dan kepuasan pelanggan.
“Kenaikan harga sangat naik, tapi mau gimana lagi? Harga sudah ditetapkan. Walaupun mengambil keuntungan sedikit, yang penting masih lancar,” ujar Mama Sadam dengan penuh ketulusan.
Dalam narasi penjualannya, ia tetap mematok harga yang sangat terjangkau.
Untuk segelas minuman aneka rasa dipatok hanya lima ribu rupiah, tahu ukuran kecil lima ratus rupiah, dan tahu besar dua ribu rupiah.
Sementara itu, untuk sajian utamanya yaitu pentol udang, dihargai seribu rupiah untuk ukuran kecil dan dua ribu rupiah untuk ukuran besar.







