WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Kondisi infrastruktur di jalur wisata unggulan Kabupaten Tanah Laut kian memprihatinkan.
Jembatan jenis box culvert yang terletak di Desa Sungai Bakar, RT. 5, Kecamatan Bajuin, kini berada dalam kondisi kritis akibat struktur bangunan yang terus amblas.
Pantauan di lokasi pada Rabu (8/4/2026) menunjukkan kerusakan pada bentang jembatan sepanjang 10 meter tersebut semakin parah dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Stabilitas konstruksi jembatan ini terpantau sudah tidak lazim, seperti bagian tengah jembatan tampak menurun drastis, sementara fondasi di sisi kanan dan kiri hanya mengandalkan penahan darurat tanpa penguatan cor permanen.
Lebih miris lagi, lubang yang menganga di tengah badan jembatan hanya ditutup dengan material seadanya, sebuah solusi sementara yang jauh dari kata aman.
Dampak dari kerusakan ini dirasakan langsung oleh warga dan wisatawan.
Pengendara mobil kini harus ekstra waspada dan bergerak sangat lambat agar bagian bawah kendaraan tidak menghantam struktur jembatan yang miring.
Bagi wisatawan yang hendak menuju Lembah Bajuin, kondisi ini menjadi momok yang menimbulkan rasa waswas sepanjang perjalanan.
Sektor ekonomi masyarakat, khususnya perkebunan sawit, mulai terdampak secara signifikan.







