WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Desakan penarikan pasukan Indonesia mulai muncul setelah tiga prajurit TNI gugur saat bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL. Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sidik Jatmika menilai opsi penarikan formal merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan sekarang.
Sidik Jatmika menyatakan keputusan tersebut berkaitan erat dengan komitmen serta reputasi Indonesia yang telah dibangun di kancah internasional. Beliau mengungkapkan pemerintah harus mempertahankan kehadiran pasukan pada misi penjaga perdamaian untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Langkah memungkinkan hanyalah penarikan sementara untuk tujuan pemulihan kondisi mental maupun fisik para prajurit yang sedang bertugas. Sidik Jatmika menyebut jika kondisi personel sudah pulih maka Indonesia dapat mengirimkan kembali pasukannya ke wilayah Lebanon tersebut.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menegaskan keputusan strategis harus melibatkan TNI Kementerian Pertahanan Kementerian Luar Negeri. Dave Laksono menambahkan kehadiran prajurit dalam misi UNIFIL merupakan bukti nyata komitmen negara menjaga perdamaian di tingkat dunia.
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan tetap memberangkatkan tujuh ratus lima puluh personel. Iwan Bambang Setiawan memastikan kebijakan luar negeri bersifat independen tanpa terpengaruh keputusan negara Malaysia untuk menarik pasukan mereka. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar













