WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Fenomena El Nino diperkirakan kembali terjadi dan berpotensi memengaruhi sektor pertanian serta produksi pangan nasional Indonesia tahun ini.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan kekeringan yang berdampak pada proses tanam panen serta berisiko menurunkan produksi pangan nasional.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional atau Bapanas menyatakan memperkuat cadangan pangan nasional guna menjaga stabilitas pasokan dan harga Pangan.
Deputi I Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan produksi beras Januari Februari dan Maret tinggi dengan stok pemerintah mencapai 3,5 juta ton saat ini.
Selain itu total stok nasional periode 2025 hingga 2026 hampir mencapai 14 juta ton termasuk cadangan masyarakat luas.
I Gusti Ketut Astawa menilai ancaman El Nino prediksi namun Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah percepatan tanam nasional.
Ia mengungkapkan penguatan pupuk benih dan pompanisasi dilakukan agar produksi berjalan meskipun terjadi kekeringan panjang akibat El Nino.







