WARTABANJAR.COM, BATULICIN – Ruas jalan Trans Batulicin–Kandangan di Km 66 dan Km 68, tepatnya di RT 07 Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, sempat lumpuh total akibat longsor pada Sabtu (28/3/2026) pagi.

Peristiwa ini dipicu curah hujan tinggi di kawasan Pegunungan Meratus yang menyebabkan material tanah dan bebatuan menutup badan jalan.

Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Instagram @tanahbumbuinfo, proses pembersihan dimulai sekitar pukul 09.00 WITA. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Mantewe Iptu Kusnin dengan dukungan tiga unit alat berat serta melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat.

Sekitar pukul 11.00 WITA, material longsor berhasil disingkirkan dan arus lalu lintas kembali normal.

Respons cepat ini juga mendapat perhatian dari Kapolres Tanah Bumbu AKBP Arief Prasetya yang memastikan jajarannya sigap dalam menangani situasi di lapangan.

Fakta Kerusakan di Lokasi

Ruas jalan yang terdampak berada di jalur strategis penghubung Batulicin–Kandangan, tepatnya di Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe. Titik longsor utama berada di Km 66 dan sekitar Km 68, serta termasuk dalam zona rawan di rentang Km 65 hingga Km 73.

Jenis kerusakan yang terjadi berupa longsor badan jalan dengan material tanah dan batu yang menutup akses sepanjang kurang lebih 10 hingga 20 meter di tiap titik.

Pada fase awal kejadian, jalan sempat tidak bisa dilalui sama sekali sehingga mengganggu konektivitas antarwilayah.

Kondisi Terbaru 2026

Saat ini, ruas jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, kondisi di lapangan masih tergolong rawan.

Beberapa titik jalan masih licin dan berpotensi kembali tertutup material longsor, terutama saat hujan turun. Aparat kepolisian juga telah memasang rambu peringatan darurat di sepanjang jalur rawan.

Dampak dan Risiko

Longsor di jalur ini berdampak pada terganggunya arus logistik antara Batulicin dan Kandangan. Selain itu, risiko kecelakaan meningkat, terutama saat kondisi cuaca buruk seperti hujan dan kabut.

Ruas ini diketahui merupakan salah satu jalur vital penghubung antarwilayah di Kalimantan Selatan.