WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan proses penanganan terhadap kondisi penurunan fondasi Jembatan Aramco di Kecamatan Pengaron saat ini tengah berjalan dan memasuki tahap finalisasi perencanaan teknis oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP).
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan dan kelancaran akses transportasi masyarakat pada jalur penghubung Kecamatan Pengaron dan Kertak Empat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan oleh tim teknis, diketahui bahwa fondasi jembatan mengalami penurunan sekitar 20 sentimeter akibat gerusan arus sungai saat banjir yang terjadi pada awal tahun 2026.
Meski demikian, hasil pengecekan menunjukkan struktur utama jembatan berbahan baja masih dalam kondisi utuh.
Sejak awal teridentifikasi adanya perubahan kondisi tersebut, Dinas PUPRP Kabupaten Banjar telah melakukan langkah antisipatif berupa kajian teknis lapangan, penyelidikan kondisi tanah, serta pemasangan rambu dan tanda pengaman di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Anna Rosida Santi melalui Kepala Bidang Bina Marga, Jimmy menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah menunggu pemaparan hasil perencanaan teknis dari konsultan perencana.
“Kami meminta konsultan perencana melakukan ekspose hasil perencanaannya. Hasil tersebut nantinya menjadi dasar pelaksanaan penanganan fisik di lapangan,” ujarnya, Minggu (15/3/2026), dikutip Jumat (26/3/2026).
Selain kondisi jembatan, pemerintah daerah juga memantau titik longsor pada ruas Jalan Pengaron–Kertak Empat yang berada tidak jauh dari lokasi jembatan.
Pemantauan ini dilakukan agar penanganan yang disiapkan dapat mencakup keseluruhan kondisi infrastruktur di kawasan tersebut.
Berdasarkan estimasi awal dari hasil asesmen teknis, kebutuhan anggaran untuk perbaikan fondasi jembatan diperkirakan berada pada kisaran Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar.







