WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Upaya pemerataan akses sinyal di Kabupaten Tanah Laut memasuki babak baru pada 2026 dengan strategi yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat pedesaan, Kamis (26/3/2026).
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostasan) mengambil langkah berbeda dalam menghadirkan akses digital di wilayah terpencil. Alih-alih menyediakan layanan WiFi gratis dengan jangkauan terbatas, pemerintah daerah justru memfokuskan pada pemasangan GSM Booster.
Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfostasan Tanah Laut, Haderiansyah, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil karena kondisi geografis daerah yang masih banyak memiliki titik blank spot. Dengan teknologi GSM Booster, sinyal seluler yang sebelumnya lemah bahkan tidak tersedia dapat diperkuat hingga menjangkau radius sekitar 800 meter hingga 1.500 meter.
“Untuk desa tidak ada WiFi gratis, kami menggunakan GSM Booster karena memang di Tanah Laut masih banyak wilayah blank spot. Jangkauan tiap tower sekitar 800 sampai 1.500 meter,” ujar Haderiansyah.
Fokus Pemerataan Akses Publik
Program ini merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Tanah Laut dalam mengatasi kesenjangan digital. Fokus utama penguatan jaringan diarahkan pada wilayah dengan jumlah penduduk besar serta fasilitas vital seperti layanan kesehatan dan pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga memastikan fleksibilitas dalam penggunaan operator seluler, menyesuaikan dengan provider yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di masing-masing desa.







