WARTABANJAR.COM – Viral pria diduga pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) joget dengan pernyataan mendapatkan insentif Rp 6 juta per hari akhirnya minta maaf.
Akun tiktok Hendrik Irawan menyampaikan permohonan maaf kepada atas video berjoget dan komentar yang menyebut mendapatkan untung Rp 6 juta per hari dari MBG.
Diketahui pemilik dapur MBG di Desa Pangauban Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung ini menyampaikan permohonan maaf melalui akun TikTok miliknya.
Baca Juga BREAKING NEWS 3 Orang Terkapar di Depan Indomaret Jorong
“Saya memohon maaf kepada netizen untuk huru hara yang terjadi di sosial media,” kata Hendrik.
“Jadi insentif Rp 6 juta per hari itu bukan kami ambil dari jatah anak-anak, itu insentif yang bapak presiden berikan kepada kami, karena saya bangun dapur MBG itu pakai uang saya sendiri,” tambahnya.
Hendrik menjelaskan membangun dapur MBG di atas tanahnya miliknya dengan uang pribadinya.
“Saya bangun SPPG itu dari tanah kosong, saya tidak pakai uang pemerintah, nah dari pemerintah berkolaborasi dengan mitra yang ingin membangun SPPG, nah Alhamdulillah uang Rp 6 juta per hari itu sebagai pengganti selama program ini berjalan,” jelasnya.
Ia mengaku menggelontorkan modal Rp 3,5 miliar untuk SPPG yang dibangunnya.
“Saya mengeluarkan uang Rp3,5 miliar untuk SPPG, ikut program bapak Prabowo. Nah dari pemerintah mengapresiasi, sampai sekarang kami belum balik modal karena Rp6 juta itu dikali 24 hari. Jadi bukan saya saja yang terima Rp 6 juta per hari. Tapi semua SPPG,” bebernya.







