Dalam pelaksanaannya, ketinggian muka air pada saluran primer akan diturunkan hingga mencapai elevasi dasar saluran atau sekitar nol meter agar operasional alat berat dapat berjalan optimal selama proses pemeliharaan.
Sehubungan dengan itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengguna air, termasuk petani dan masyarakat, agar dapat melakukan langkah-langkah persiapan menghadapi pelaksanaan pengeringan tersebut.
BACA JUGA: Sidang Isbat 19 Maret Digelar, Kapan Lebaran 2026? ini Penjelasan Lengkapnya
“Pengeringan dan pemeliharaan dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Kami berharap seluruh pengguna air dapat menyesuaikan kebutuhan dan aktivitasnya,” ungkap Wahid, dikutip Rabu (18/3/2026) dari laman MC Kalsel.
Dinas PUPR Kalsel juga menyampaikan bahwa apabila terdapat perubahan jadwal pelaksanaan, informasi akan disampaikan kembali melalui pengumuman resmi maupun media sosial.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sistem irigasi DI Riam Kanan dapat kembali berfungsi optimal dalam mendukung sektor pertanian dan kebutuhan air masyarakat di Kalimantan Selatan. (wartabanjar.com/mckalsel)
Editor: Yayu







