Menurut H. Fani, sapaan akrabnya, angka inflasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya harga emas dan tarif listrik.
“Artinya daya beli masyarakat Tabalong terhadap investasi emas cukup tinggi,” jelasnya.
Sementara terkait listrik, ia menyebut saat ini sebagian tarif tidak lagi disubsidi seperti sebelumnya sehingga turut memengaruhi angka inflasi.
BACA JUGA: HEBOH JELANG LEBARAN! Warga Desa di Kalteng Terima THR Rp3 Juta Per KK, Total Ratusan Juta Dibagikan
Sementara itu, terkait harga HET kebutuhan yang ditetapkan pemerintah, Kapolres Tabalong mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran penjualan bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Sejauh ini belum ada laporan maupun temuan pedagang yang menjual barang kebutuhan pokok di atas HET yang ditetapkan pemerintah,” jelas Wahyu.
Sedangkan pelaksanaan pasar murah ini disebutkan Kapolres merupakan hasil kerja sama antara Polres Tabalong dengan Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta sejumlah SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong.
“Di pasar murah ini berbagai bahan pokok dijual dengan harga lebih murah guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







