KISAH Sopir Truk Tersesat Tengah Malam di Tanah Laut, Mengaku Seperti “Dituntun” Hingga ke Atas Gunung Tamiyang
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Peristiwa bernuansa misteri dialami seorang sopir truk bernama Bayu, warga Kabupaten Tanah Bumbu, saat perjalanan pulang usai mengantar muatan kayu arang.
Bukannya kembali ke jalur utama, Bayu justru tiba-tiba berada di kawasan pegunungan Gunung Tamiyang, tepatnya di Desa Guntung Besar, Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.
Padahal sebelumnya ia baru saja mengantar kayu arang ke Desa Ranggang Dalam dan berniat langsung pulang.
Namun entah bagaimana, truk bernomor polisi DA 8022 ZT yang dikemudikannya mendadak berada di jalur pegunungan yang dipenuhi hamparan batu. Kendaraan itu kemudian terperosok dan berhenti dalam posisi miring di kawasan yang jarang dilalui kendaraan besar.
Beberapa warga menyebut jalur tersebut sudah lama tidak digunakan oleh kendaraan besar, bahkan pada malam hari kawasan itu dikenal cukup sunyi dan minim penerangan.
Dalam kondisi bingung dan seorang diri di tengah malam, Bayu akhirnya berjalan menuju permukiman warga untuk meminta bantuan.
Salah seorang warga Desa Ranggang Dalam, Zakaria, mengatakan sopir tersebut datang ke rumah warga sekitar pukul 02.00 Wita dengan kondisi kebingungan.
“Supir itu sebelumnya mengantar kayu arang ke Desa Ranggang Dalam RT 6. Saat pulang, ia melewati jalan Desa Guntung Besar pada tengah malam. Sekitar pukul dua dini hari ia datang ke rumah warga meminta bantuan,” ujarnya, seperti dikutip di akun IG @peristiwabanua, Kamis (12/3/2026).
Cerita Bayu pun sempat membuat warga heran. Pasalnya, jalur menuju kawasan Gunung Tamiyang bukanlah rute yang lazim dilalui kendaraan besar, apalagi pada malam hari.
Sebagian warga bahkan menyebut kawasan tersebut kerap dikaitkan dengan cerita-cerita mistis karena berada di area pegunungan yang sepi dan jarang dilintasi orang pada malam hari.
Meski demikian, warga tetap fokus membantu proses evakuasi. Warga dari Desa Guntung Besar dan Ranggang Dalam kemudian bergotong royong menuju lokasi.
Truk yang sudah terperosok akhirnya berhasil dievakuasi setelah sekitar enam jam proses penarikan. Dua unit traktor didatangkan untuk menarik kendaraan keluar dari jalur berbatu tersebut.