Marcus Gideon Kembalikan Rp162 Juta Biaya Latihan Atletnya Usai Lolos ke Pelatnas PBSI
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Mantan pebulu tangkis ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon, memberikan apresiasi khusus kepada atlet binaannya yang berhasil menembus Pelatnas PBSI. Melalui Gideon Badminton Academy (GBA), Marcus mengembalikan seluruh biaya latihan atlet tersebut setelah sukses lolos ke pusat pelatihan nasional.
Atlet yang mendapat apresiasi tersebut adalah Joven Farandi, yang selama dua tahun terakhir menjalani program latihan mandiri di GBA. Selama periode tersebut, Joven dan keluarganya diketahui telah mengeluarkan biaya latihan hingga Rp162 juta, yang kemudian dikembalikan penuh oleh pihak akademi setelah ia berhasil menembus Pelatnas PBSI.
Keberhasilan Joven masuk Pelatnas diraih bersama pasangannya Joseph Marcellino Kyta setelah keduanya menjadi juara pada ajang Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026. Gelar tersebut memastikan mereka mendapatkan tempat di Pelatnas Cipayung.
Marcus yang akrab disapa Sinyo mengatakan bahwa pengembalian biaya latihan tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi atlet yang berjuang melalui jalur mandiri, bukan melalui program beasiswa. Ia berharap langkah tersebut dapat memotivasi atlet muda lain untuk terus berlatih dan mengejar kesempatan masuk pelatnas.
“Ini bentuk apresiasi untuk atlet yang masuk pelatnas dari jalur biaya mandiri, bukan beasiswa. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet lain untuk terus berlatih dan berjuang menembus pelatnas,” ujar Marcus dalam keterangannya.
Menurut Marcus, sistem pembinaan di GBA memang dirancang berbeda dengan banyak klub besar lainnya. Akademi tersebut fokus membina atlet sejak tahap awal dan tidak menjadikan pembinaan sebagai orientasi keuntungan semata. Bahkan di akademinya terdapat program beasiswa dan subsidi bagi sejumlah atlet.
Selain Joven, atlet GBA lain yang juga berhasil menembus Pelatnas tahun ini adalah Joseph Marcellino Kyta. Berbeda dengan Joven, Marcell sejak awal mendapatkan program beasiswa dari akademi sehingga tidak dikenakan biaya latihan selama menjalani pembinaan.