WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Direktur Persija Jakarta Mohamad Prapanca merasa risih terhadap sindiran APBD FC dari netizen terkait dukungan sponsor BUMD Jakarta.
Ia menyebut komentar tersebut muncul setelah Persija Jakarta mendapatkan dukungan empat BUMD pada BRI Super League 2025/2026 musim.
Empat BUMD yang menjadi sponsor Persija Jakarta adalah Bank Jakarta MRT Jakarta TransJakarta serta PAM Jaya musim ini.
Dukungan itu memicu tudingan sebagian netizen yang menilai klub Macan Kemayoran menerima dana APBD seperti era lama dahulu.
Fenomena penggunaan dana APBD untuk klub sepak bola pernah terjadi luas pada Liga Indonesia era 2000-an sebelumnya tersebut.
Praktik pendanaan menggunakan APBD bagi klub profesional kemudian dilarang sejak 2011 dalam regulasi kompetisi sepak bola nasional resmi.
“Agak risih juga dengarnya dan saya tidak tahu itu buzzer atau suporter Persija atau provokator begitu,” ujarnya Prapanca.
Mohamad Prapanca menyatakan komentar tersebut muncul di media sosial dan berkaitan dengan lemahnya filterisasi digital saat ini juga.
Ia menjelaskan kondisi ruang digital membuat siapa pun mudah menyampaikan tudingan tanpa verifikasi terkait Persija Jakarta saat ini.
Persija Jakarta tetap menjalani persiapan menghadapi BRI Super League 2025/2026 dengan dukungan sponsor resmi BUMD Jakarta musim ini. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







