Berbicara soal pangan, Eddy menyampaikan bahwa harga pangan di Kalsel saat ini relatif stabil, namun tetap waspada dan siap siaga karena masih menjalani Ramadan dan tentunya karena menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Untuk harga pangan kita stabil dan terkendali, namun kita juga tetap siap siaga inflasi karena saat ini kita menjalani bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Khususnya untuk volatile food yang tadi sudah disampaikan juga, bahwa harga cabai rawit dan cabai merah sedang mengalami kenaikan di 221 kota se-Indonesia, ini yang perlu kita waspadai bersama. Untuk month-to-month inflasi stabil di angka 0,8 persen, sehingga bisa dikatakan inflasi di Kalsel terkendali,” sampai Eddy sebelum mengakhiri wawancara.
Atas inflasi nasional yang terbilang masih terkendali (di luar pengaruh tarif listrik), Sekjen Tomsi Thohir sebelum menutup rakor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat atas keberhasilan menjaga harga komoditas yang lebih terkendali dibandingkan Ramadan tahun 2025 yang lalu.
“Untuk harga komoditas kita bila dibandingkan Ramadan tahun kemarin, jauh lebih rendah. Mayoritas harga komoditas masih dibawah acuan harga tertinggi. Untuk itu atas kerja keras bapak dan ibu sekalian saya ucapkan terima kasih banyak,” sampainya.
Turut berhadir pada rakor secara daring di Command Center, Kanit 3 Dit Krimsus Polda Kalsel dan Perwakilan dari Kadin Provinsi Kalsel. (Wartabanjar.com/Ran/Adpim)
Editor Restu







