“Kita pilih jurusan kewirausahaan dengan harapan setelah bebas mereka mumpuni dalam bidang usaha. Sejalan juga dengan program pemerintah yang mendorong penguatan UMKM,” ujarnya.
Untuk sistem perkuliahan, proses belajar mengajar dilaksanakan setiap Jumat dan Sabtu. Dosen akan hadir langsung ke lapas, dan apabila berhalangan, perkuliahan dilakukan secara daring melalui fasilitas komputer yang tersedia di dalam lapas.
Meski demikian, Yugo menegaskan aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan akademik tersebut.
“Keamanan nomor satu. Tetap dalam pengawasan,” tegasnya.
Terkait pembiayaan, pihak lapas mendapat kemudahan dari Yayasan PGRI dengan sistem pembayaran yang dapat dicicil.
“Untuk sementara masih tahap pendaftaran dan dipermudah oleh Yayasan PGRI. Mudah-mudahan ke depan ada bantuan dari Pemda Banjar atau BAZNAS nantinya,” harapnya.
Ia menilai kehadiran program sarjana di dalam lapas bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan langkah strategis untuk memutus mata rantai residivisme melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ini baru pertama kali untuk wilayah Kalimantan. Mudah-mudahan ini jadi awal yang baik,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







