“Tidak ada kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz,” bunyi peringatan IRGC.
Di sisi lain, Kementerian Perkapalan Yunani, mengutip Reuters, menghimbau kapal-kapal pembawa minyak tersebut menghindari Teluk Persia, Teluk Oman, dan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui selat tersebut, terutama ke Asia.
Bahkan, Salah satu pengekspor gas alam cair terbesar di dunia, Qatar, mengirimkan hampir semua produk mereka melalui selat tersebut. (Wartabanjar.com/inilah.com)
Editor Restu







