Selain itu, hadir pula Michael Weinberg dari Levine Leichtman Capital Partners, Justin Metz dari Related Fund Management, Luke Taylor dari Stonepeak, Nabil Mallick dari Thrive Capital, Jeffrey Perlman dari Warburg Pincus, serta Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo membuka peluang investasi seluas-luasnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja.
“Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia,” ujar Teddy.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan. Para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pengelola aset besar BUMN.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







