Beda Awal Ramadhan 2026, Menag Tegaskan: Berbeda, Tetapi Tetap Utuh dalam Persatuan

Sudut elongasi minimum 6,4 derajat

Sementara hasil pengamatan menunjukkan elongasi masih berkisar antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

“Secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” tegasnya.

Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari 2026 Berdasarkan KHGT

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.

Penetapan tersebut menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini sepenuhnya diadopsi Muhammadiyah. Melalui pendekatan astronomi global, prinsip yang digunakan adalah satu hari satu tanggal di seluruh dunia, sehingga tidak bergantung pada lokasi geografis masing-masing negara.

Perbedaan Jadi Simbol Kedewasaan Beragama

Menag berharap perbedaan ini justru menjadi simbol kedewasaan umat Islam Indonesia dalam menyikapi ragam metode penentuan awal bulan Hijriah.

“Semoga hal ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia yang sekaligus mencerminkan persatuan kita sebagai sesama anak bangsa,” ucap Nasaruddin.

Dengan pengalaman panjang menghadapi perbedaan awal Ramadhan, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga harmoni dan kebersamaan di tengah keberagaman pandangan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad