Bos Microsoft Bikin Geger! AI Diramal Segera Ambil Alih Semua Tugas Kantoran dalam 18 Bulan

“Banyak insinyur software sekarang menggunakan pengkodean berbantuan AI untuk sebagian besar produksi kode mereka,” jelasnya.

Namun, peran manusia belum sepenuhnya hilang. Para engineer kini lebih banyak beralih ke tugas-tugas seperti debugging, penelitian mendalam, serta pekerjaan strategis seperti merancang arsitektur sistem dan memastikan proyek siap masuk tahap produksi.

“Ini hubungan yang sangat berbeda dengan teknologi tersebut, dan itu terjadi hanya dalam enam bulan terakhir,” tambah Suleyman.

Klaim AI Menulis 25 Persen Kode, Tapi Kualitas Masih Dipertanyakan

Mustafa Suleyman mengklaim bahwa lebih dari seperempat kode yang dibuat programmer saat ini sudah ditulis dengan bantuan AI. Meski demikian, kualitas hasil kerja AI masih menuai tanda tanya besar.

Beberapa studi bahkan menunjukkan AI masih gagal menyelesaikan tugas-tugas umum pekerjaan jarak jauh maupun perkantoran dengan baik.

Selain itu, kemampuan AI menghasilkan keuntungan ekonomi nyata bagi perusahaan juga belum sepenuhnya terbukti.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa AI tidak selalu meningkatkan produktivitas. Bahkan, dalam beberapa kasus, teknologi ini justru memperlambat alur kerja karena manusia harus memeriksa ulang hasil AI dua hingga tiga kali.

AI Bisa Memperberat Beban Kerja, Bukan Mengurangi

Alih-alih membuat pekerjaan lebih ringan, AI juga dikhawatirkan meningkatkan intensitas kerja. Karyawan bisa dituntut menangani lebih banyak tugas sekaligus, yang berujung pada kelelahan mental dan menurunnya kualitas kerja.