WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mengakui adanya tekanan jelang debut mereka di ajang All England Open 2026. Pasangan ini mulai disorot setelah kerap disebut sebagai calon penerus “Minion” julukan untuk Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Meski demikian, Raymond dan Joaquin menegaskan tidak ingin terlalu memikirkan label tersebut. Mereka memilih fokus pada performa sendiri saat menjalani turnamen bergengsi tersebut.
Pasangan muda ini menyadari ekspektasi publik terhadap mereka cukup tinggi. Namun, keduanya berusaha mengelola tekanan dengan tetap bermain lepas dan menikmati momen debut di salah satu turnamen tertua dalam kalender bulu tangkis dunia.
All England 2026 akan menjadi panggung penting bagi Raymond/Joaquin untuk membuktikan kapasitas mereka di level elite. Turnamen ini juga menjadi tolok ukur perkembangan pasangan muda Indonesia di sektor ganda putra yang tengah mengalami regenerasi.







