Namun, munculnya pemain-pemain muda tersebut belum sepenuhnya menutup celah regenerasi. Indonesia masih perlu menjaga stabilitas performa pemain senior sekaligus mempercepat kematangan generasi baru agar mampu bersaing dengan kekuatan tradisional seperti China, Jepang, dan Denmark di ajang beregu bergengsi tersebut.
Dengan waktu menuju Thomas Cup 2026 yang masih terbuka, konsistensi hasil turnamen individu serta kesiapan mental bertanding di format beregu akan menjadi faktor penting bagi peluang Indonesia kembali berjaya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







