Cangkang Kepiting Beracun Ditemukan di Rumah Korban
Kepala Desa Luzviminda, Laddy Gemang, mengirim aparat desa untuk memeriksa rumah korban.
Dari lokasi ditemukan cangkang kepiting berwarna cerah yang diketahui sebagai devil crab di tempat sampah korban.
Insiden ini membuat pihak desa terkejut, mengingat korban dan suaminya dikenal sebagai nelayan berpengalaman.
“Ini sangat menyedihkan karena mereka seharusnya tahu. Mereka tinggal di tepi laut, jadi saya kira mereka tahu tentang devil crab yang berbahaya untuk dimakan. Jadi mengapa dia memakannya? Itu yang membuat saya bingung,” ujar Gemang.
Devil Crab Mengandung Racun Mematikan
Kepiting devil crab yang hidup di wilayah terumbu Indo-Pasifik diketahui mengandung campuran neurotoksin berbahaya, di antaranya:
Saxitoxin
Tetrodotoxin
Racun ini juga ditemukan pada ikan buntal atau ikan fugu, dan dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian jika dikonsumsi.
Pemerintah Imbau Warga Tidak Mengonsumsi Kepiting Ini
Pemerintah setempat kini mengingatkan masyarakat untuk tidak memakan kepiting tersebut karena berpotensi mematikan.
“Kepada warga Puerto Princesa, saya meminta Anda untuk lebih waspada. Jangan makan devil crab yang berbahaya ini karena sudah merenggut dua nyawa di kota kami. Jangan mempertaruhkan hidup Anda,” tegas Gemang.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih memantau kondisi teman-teman korban guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gejala keracunan serupa.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad
