Namun, di balik optimisme tersebut, Rudi secara kritis menyentil minimnya dukungan anggaran untuk sektor kepemudaan dibandingkan sektor olahraga. Ia bahkan berencana membawa para tokoh pemuda untuk “menggeruduk” Komisi II DPRD Tanah Laut guna memperjuangkan porsi anggaran yang lebih layak.
“Anggaran pemuda itu masih sangat sedikit. Saya bicara dengan Komisi II, kadang berangkat dari pembagian anggaran itu kan sudah kecil duluan. Padahal, daerah itu menyiapkan pemimpin masa depan melalui pemuda. Kalau olahraga itu selesai Porprov ya sudah, tapi pemuda tidak ada habisnya,” ungkapnya blak-blakan.
Rudi berharap, meski dengan keterbatasan yang ada, pelatihan selama tiga hari ini mampu menjadi fondasi bagi 30 peserta terpilih untuk menghadapi bonus demografi.
“Tolong ajak kawan-kawannya. Kalau sudah di nasional, jangan lupakan Tanah Laut,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







