Difitnah Secara Kejam oleh Emak-Emak, Penjual Dawet Mojokerto Sempat Dicap Pelaku Pelecehan

Menurut Danik, dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa tidak ada tindakan pelecehan seperti yang dituduhkan.

“Pelecehan itu tidak ada. Ayah siswi meminta maaf dan menyampaikan terima kasih karena kakek saya menyeberangkan anaknya. Saat itu kakek saya refleks menarik tangan anak tersebut karena ada truk melaju kencang,” jelas Danik.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Keluarga Slamet kemudian meminta ibu siswi dan NV melakukan klarifikasi untuk memulihkan nama baik Slamet.

Keesokan harinya, Jumat (6/2), ibu siswi dan NV datang langsung ke lapak Slamet untuk meminta maaf serta membuat video klarifikasi.

“Saya mohon maaf kepada bapak Slamet karena pencemaran nama baik dan terima kasih sudah berniat menolong anak saya,” ujar ibu tersebut dalam video klarifikasi.

Slamet Trauma, Tapi Memilih Tidak Melapor

Akibat viralnya tudingan tersebut, Slamet mengaku sempat tidak berani berjualan selama tiga hari karena mendapat kecaman dan ancaman dari warganet.

Meski demikian, Slamet memilih tidak melaporkan pihak yang menuduhnya ke polisi.

“Saya pikir kami sama-sama orang susah. Saya maafkan. Sejak dulu saya sayang anak-anak seperti orang tua kepada anak,” tuturnya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad