WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Tim bulu tangkis putra Malaysia harus mengakui keunggulan Indonesia dalam Kejuaraan Beregu Asia 2026 setelah kalah tipis dengan skor 2–3 pada laga penyisihan Grup D. Pertandingan yang berlangsung berlangsung dramatis itu menjadi ujian berat bagi skuad Negeri Jiran, terutama bagi tunggal putra muda mereka, Kong Wei Xiang.
Pada partai penentu, Kong yang baru berusia 17 tahun langsung dihadapkan pada tunggal favorit Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. Meskipun sempat memberikan perlawanan sengit, Kong akhirnya menyerah dengan skor 17–21, 21–13, 16–21 setelah durasi pertandingan yang intens. Kemenangan Ginting menjadi penentu kemenangan agregat Indonesia atas Malaysia.
Meski demikian, Kong Wei Xiang tidak pulang dengan tangan kosong. Pemain muda yang tengah naik daun ini justru menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan berlaga di ajang beregu tingkat Asia dan menjajal kemampuan menghadapi lawan yang lebih berpengalaman. Dalam wawancara usai laga, Kong mengatakan pertarungan melawan Ginting memberinya “pengalaman berharga” yang akan ia jadikan modal penting untuk perkembangan karier selanjutnya.
“Bertanding melawan pemain dengan kaliber dan pengalaman seperti Anthony Ginting merupakan tantangan luar biasa,” kata Kong. “Saya bersyukur atas kesempatan ini karena dapat menguji kemampuan saya di level tertinggi dan mendapatkan pelajaran penting.”
Kegigihan Kong memerahkan muka Malaysia di turnamen ini mendapat apresiasi dari pendukung dan pengamat bulu tangkis, walaupun pada akhirnya tim tersebut gagal melaju jauh setelah kalah dari Jepang di babak berikutnya. Kekalahan ini sekaligus memberikan gambaran tantangan yang masih harus dihadapi Malaysia dalam upaya memperkuat skuad sebelum menghadapi kompetisi tingkat dunia seperti Piala Thomas mendatang.
