20 Unit Rumah Inti Tumbuh Konvensional untuk Petugas Kebersihan HSS Diresmikan

Rumah tersebut diberikan secara gratis kepada penerima manfaat, dengan konsep rumah inti tumbuh yang memungkinkan penghuni melakukan pengembangan secara bertahap sesuai kemampuan ekonomi masing-masing.

Sejumlah unit Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK) sedang dibangun di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. Foto: MC Kalsel

“Ini bukan sekadar pembangunan rumah, tetapi langkah awal meningkatkan kualitas hidup. Pemerintah Provinsi Kalsel juga turut mendukung melalui peningkatan infrastruktur dasar, seperti pembangunan jalan utama perumahan dan prasarana pendukung lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Anggoro Putro, menegaskan bahwa kawasan perumahan ini dirancang sebagai proyek percontohan berbasis kolaborasi terintegrasi. 

Menurutnya, pembangunan tidak hanya mencakup rumah, tetapi juga infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, sanitasi, air bersih, hingga rencana pengembangan pembiayaan mikro bagi masyarakat.

“Ini adalah pilot project kolaborasi pentahelix. Rumah dibangun oleh SMF, lahan disiapkan pemerintah daerah, jalan oleh provinsi, dan ke depan prasarana lingkungan lainnya akan didukung Kementerian PKP. Legalitas rumah juga berstatus hak milik,” jelas Anggoro.

Ia juga menyebutkan bahwa pada tahap berikutnya direncanakan penambahan 36 unit rumah, seiring dengan pengembangan kawasan yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Suriani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan rumah komunitas petugas kebersihan tersebut.

Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden RI dalam mendukung Asta Cita melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga :   KORMI Tanah Laut di Tangan Yuni Rahman: Lawan Dominasi Gadget, Siap 'Merayap' hingga ke RT

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca