WARTABANJAR.COM, TANJUNG– Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tabalong bekerja sama dengan PT Adaro Indonesia meluncurkan Program Sapa Nusantara untuk mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di empat kabupaten penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) agar produknya layak edar dan memenuhi standar keamanan pangan.
Empat Kabupaten tersebut yakni Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Hulu Sungai Utara (HSU).
Hal itu dikatakan Kepala BPOM Tabalong, Taufiqurrahman di ruang kerjanya di Kantor BPOM Tabalong, komplek Propernas, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Selasa (3/1/2026).
Dikatakannya, Program Sapa Nusantara ini fokus pada pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku UMKM, khususnya di sektor pangan olahan.
Melalui program ini, BPOM membantu UMKM mulai dari proses perizinan hingga memastikan produk memenuhi standar kelayakan edar.
“Pembinaan kami lakukan dari awal, mulai pendampingan perizinan sampai memastikan produk layak edar. Bahan baku diuji oleh BPOM, kalau masih kurang memenuhi syarat akan dibina dan dibantu perbaikannya,” ujar Taufiq.
Ditambahkannya, salah satu kendala yang kerap dihadapi pelaku UMKM adalah sarana dan tempat produksi yang belum memenuhi standar higienitas.
Dalam Program Sapa Nusantara, perbaikan sarana produksi tersebut turut mendapat dukungan dari P.T. Adaro Indonesia.
“Misalnya tempat produksi belum higienis, nanti kami beri tahu standar yang harus dipenuhi. Untuk perbaikan-perbaikan sarana prasarana ini, dananya dibantu oleh PT Adaro,” jelasnya.
