Distanhorbun Tala Putar Otak Ajak Petani Tinggalkan ‘Banih Tahun’ Demi Lipat Gandakan Hasil

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tanah Laut (Tala) mencatatkan prestasi gemilang pada sektor produksi padi di sepanjang tahun 2025.

Namun, keberhasilan ini tidak membuat pemerintah berpuas diri, melainkan justru semakin gencar melakukan transformasi pandangan para petani, Pelaihari, Jumat 30 Januari 2026.

Capaian produksi padi Tanah Laut secara mengejutkan melampaui ekspektasi. Dari target yang ditetapkan sebesar 144.550 ton, para petani di Bumi Tuntung Pandang berhasil menyentuh angka produksi sebesar 176.518 ton pada tahun 2025.

Baca Juga Live Streaming PSS Sleman vs Barito Putera Perebutan Tahta Grup Timur

Keberhasilan ini menjadi fondasi kuat bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut untuk menetapkan target yang lebih tinggi pada tahun 2026, yakni sebesar 168.500 ton.

Kepala Distanhorbun Tala, Ir. M. Faried Widyatmoko, menyatakan bahwa kunci peningkatan produksi ke depan adalah keberanian untuk bertransformasi dalam penggunaan varietas bibit unggul.

Saat ini, pemerintah tengah berupaya keras meyakinkan petani untuk beralih dari varietas lokal atau “banih tahun” yang berumur panjang (6-7 bulan) ke varietas unggul yang lebih singkat (4 bulan).

“Salah satu kendala kami dalam peningkatan produksi padi ini, ini karena salah satu mindset petani juga kebiasaan konsumsi. Kita tahu masyarakat kita lebih cenderung mengonsumsi beras lokal ya kan, yang umurnya ini itu 6 bulan. Merubah dari varietas lokal ke varietas yang katakan unggul atau yang umur pendek, yang 4 bulan, itu nggak seperti gampang merubah apa membalik telapak tangan ini,” jelas Faried saat ditemui di ruang kerjanya.

Faried menambahkan, produktivitas padi lokal cenderung rendah, hanya berkisar antara 2,5 sampai 3 ton per hektar.