Film Tentang Genosida di Palestina 'The Voice of Hind Rajab' Masuk Nominasi Piala Oscar 2026
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Film besutan sutradara Tunisia, Kaouther Ben Hania, berjudul The Voice of Hind Rajab, masuk nominasi Film Fitur Internasional Terbaik di perhelatan Piala Oscar 2026.
Film yang didukung bintang Hollywood Brad Pitt dan Joaquin Phoenix itu menceritakan kisah memilukan Hind Rajab Hamada, bocah perempuan Gaza yang tewas ditembak bersama keluarganya saat hendak mengungsi dari Kota Gaza.
Film ini diangkat dari kisah nyata kematian gadis cilik Palestina berusia 5 tahun bernama Hind Rajab yang sempat viral di jagad maya internasional 2025 lalu.
Selain Rajab, enam anggota keluarganya juga tewas di dalam mobil mereka.
Mobil yang mereka tumpangi dihujani ratusan tembakan oleh penjajah Israel.
Bukan hanya itu, dua petugas medis yang hendak menyelamatkan Rajab ikut ditembak mati secara brutal oleh pasukan Zionis yang menyerang warga sipil.
Rajab sempat menghubungi paramedis Bulan Sabit Merah.
Panggilannya dijawab, sehingga kemudian didatangi dua petugas medis tersebut.
Rekaman suara percakapannya saat menelpon petugas medis juga viral di media sosial kala itu, di kala dia sedang berjuang hidup di tengah gempuran serangan pasukan penjajah Zionis.
Proyek film ini menarik nama-nama besar di balik layar, aktor Joaquin Phoenix dan Brad Pitt sebagai produser eksekutif, bersama sutradara peraih Oscar Jonathan Glazer (The Zone of Interest) dan Alfonso Cuaron (Roma).
"Kami bangga mengumumkan bahwa 'The Voice of Hind Rajab' karya Kaouther Ben Hania, yang didukung oleh Dana Laut Merah, dinominasikan untuk Film Fitur Internasional Terbaik di Oscar 2026. Nominasi ini mencerminkan kekuatan visi kreatif di balik film tersebut dan komitmen tim yang menghidupkannya," bunyi pernyataan Red Sea Film Foundation, dikutip Selasa (27/1/2026).
Film ini diputar perdana di Festival Film Internasional Venesia pada September 2025 lalu langsung memicu sensasi, mendapat tepuk tangan meriah atau standing ovation selama 23 menit yang memecahkan rekor.
BACA JUGA: Tambang Ilegal Jadi Catatan LHP BPK RI untuk Pemprov Kalsel