Pelaksanaannya direncanakan setelah perubahan anggaran, sambil menunggu tambahan dukungan dari pemerintah provinsi.
“Target sementara, tenaga kerja konstruksi kualifikasi ahli yang difasilitasi sertifikasinya sebanyak 60 orang. Sedangkan yang mengikuti BIMTEK sebanyak 200 orang,” ungkapnya.
Dengan demikian, total tenaga kerja konstruksi yang akan mendapatkan peningkatan kompetensi melalui BIMTEK dan sertifikasi pada tahun 2026 mencapai sekitar 260 orang. Meski demikian, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran.
“Memang ada pengurangan dibandingkan tahun 2025 karena efisiensi anggaran, sehingga beberapa kegiatan belum dapat dilaksanakan di anggaran murni. Namun, pada perubahan anggaran nanti kami akan mengusulkan tambahan agar target ideal kami sebanyak 375 orang dapat tercapai,” tambahnya.
Ihsan berharap melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini, kualitas SDM konstruksi di Kalimantan Selatan semakin meningkat. Hal tersebut sejalan dengan misi Gubernur Kalimantan Selatan, khususnya dalam mewujudkan infrastruktur yang andal dan berkualitas.
“Infrastruktur yang kuat dan berdaya saing tentu hanya bisa terwujud jika didukung oleh tenaga konstruksi yang kompeten. Itulah tujuan utama kami menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi di tahun 2026 ini,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







