Lampaui Target Minimal, Dinas Kesehatan Tanah Laut Sukses Gerakkan 108 Ribu Warga Jalani Cek Kesehatan Gratis

“SDMK yang terbatas membuat pelaksanaan CKG dan inputan di aplikasi SSI (Sehat Indonesiaku) memerlukan waktu yang lebih lama. Selain itu, Bahan Medis Habis Pakai juga terbatas,” ungkap dr. Isna secara lugas.

Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya edukasi lebih masif terkait pemanfaatan teknologi dalam skrining kesehatan.

BACA JUGA: Diduga Gas Bocor, Sepeda Motor Pedagang Kue Balok Ludes Terbakar di Barabai

Kurangnya pengetahuan orang tua siswa maupun masyarakat umum tentang cara pendaftaran mandiri di aplikasi SSI menjadi salah satu batu sandungan yang sering ditemui.

“Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pelaksanaan CKG khususnya tentang bagaimana melakukan pendaftaran dan mengisi skrining secara mandiri, serta kurangnya minat masyarakat ke Puskesmas masih menjadi tantangan kami,” tambahnya.

Menyongsong tahun 2026, Dinas Kesehatan Tanah Laut mematok target yang jauh lebih tinggi dan menantang, yakni realisasi CKG sebesar 46 persen dari total jumlah penduduk.

Langkah ini diambil untuk memastikan cakupan layanan kesehatan di Bumi Tuntung Pandang semakin merata dan berkualitas. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: Yayu