Insiden tersebut juga memicu reaksi luas dari warganet. Banyak yang mengungkapkan kesedihan dan kemarahan, sekaligus mempertanyakan peran negara dalam menjamin penanganan ODGJ. Tak sedikit pula yang menyoroti minimnya pertolongan awal di lokasi kejadian dan menyayangkan tindakan perekaman video tanpa intervensi langsung.
Sejumlah netizen mempertanyakan apakah penanganan ODGJ sepenuhnya telah ditanggung pemerintah, serta mendesak adanya sistem perlindungan yang lebih nyata bagi keluarga yang hidup berdampingan dengan penderita gangguan jiwa.
Kasus di Kotawaringin Timur ini kembali menegaskan bahwa penanganan ODGJ bukan hanya persoalan medis, melainkan persoalan sosial dan kemanusiaan yang membutuhkan kehadiran negara, kepedulian lingkungan, serta sistem dukungan yang benar-benar berjalan dan berkelanjutan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad
