WARTABANJAR.COM, SAMPIT – Aparat gabungan bergerak cepat mengamankan seorang pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) usai menganiaya orang tuanya sendiri di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Jumat (23/1/2026).
Aksi sigap petugas tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial Instagram. Dalam unggahan itu terlihat petugas segera mengendalikan situasi untuk mencegah amukan pelaku berkembang menjadi lebih berbahaya dan mengancam keselamatan warga sekitar.
Langkah cepat ini dilakukan menyusul insiden memilukan yang sebelumnya mengguncang masyarakat setempat. Seorang orang tua menjadi korban kekerasan oleh anak kandungnya sendiri setelah kondisi kejiwaan pelaku dilaporkan memburuk akibat putus obat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kekambuhan terjadi karena stok obat rutin pelaku habis dan belum sempat diambil kembali ke RSUD dr. Murdjani, Sampit. Terputusnya pengobatan membuat kondisi mental pelaku tidak stabil hingga memicu perilaku agresif yang berujung pada penganiayaan terhadap orang terdekat.
Padahal, petugas kesehatan dari wilayah Kota Besi diketahui rutin melakukan pemantauan lapangan. Namun, kendala logistik serta keterbatasan akses pengambilan obat menjadi titik lemah serius dalam keberlanjutan pengobatan ODGJ. Ketika terapi tidak berjalan konsisten, risiko kekambuhan dan tindakan di luar kendali pun meningkat tajam.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi keluarga, perangkat desa, hingga pemerintah daerah. Ketersediaan obat dan pendampingan bagi penderita gangguan jiwa dinilai tidak boleh terputus. Dukungan transportasi, sistem titip obat, serta koordinasi lintas instansi disebut mendesak untuk mencegah kejadian serupa terulang.
