Dari hasil pemeriksaan sementara tersebut,
disimpulkan bahwa tengkorak yang ditemukan di lokasi kejadian diduga kuat merupakan tengkorak binatang sejenis simpanse dan bukan tengkorak bayi manusia.
Meski demikian, kepastian lebih lanjut masih menunggu hasil uji DNA dari Laboratorium Forensik Polda Kalimantan Selatan.
Selama proses penanganan kejadian, situasi
kamtibmas di lokasi terpantau aman dan
kondusif. Polres Tapin akan terus menyampaikan perkembangan hasil pemeriksaan lanjutan. (Wartabanjar.com/rilis)
Editor Restu

